Pertemuan 5 (Penginderaan jauh 2)

Terdapat tiga hal penting dalam penginderaan jauh

1.      Sumber energi/tenaga yang berasal dari matahari

2.      Media perantara yang berupa gelombang elektromagnetik

3.      Sensor yang sensitif untuk tiap spektrum gelombang elektromagnetik

Terdapat dua jenis sistem sensor, yaitu sensor pasif dan sensor aktif

Sensor aktif memiliki sumber energi sendiri, yang dipancarkan ke arah objek yang dideteksi, kemudian hasil pantulnya akan ditangkap. Keuntungan dari sensor aktif termasuk kemampuan untuk mendeteksi dan mengukur setiap saat, terlepas dari waktu, kondisi cuaca, atau musim. Sensor aktif dapat digunakan untuk bekerja dengan panjang gelombang yang tidak ditemukan di bawah sinar matahari, seperti gelombang mikro. Sistem deteksi sensor aktif juga lebih mampu mengontrol cara menangkap data dari objek.

Sensor pasif mendeteksi energi alam (sinar matahari) yang dipantulkan atau dipancarkan dari objek yang diamati. Sensor pasif bergantung pada kondisi cahaya, karena pada kondisi gelap atau mendung sensor ini tidak dapat berfungsi dengan baik.

Proses interaksi gelombang elektromagnetik (EM) di atmosfer meliputi atenuasi (penurunan intensitas radiasi), refraksi (pembelokan arah), defraksi (penguraian) dan transmisi (penerusan). Proses atenuasi gelombang EM oleh atmofer yang meliputi penyerapan oleh materi (aerosol/partikel), dihambur oleh materi (fungsi struktur dan temperatur), didefleksikan ke semua arah, dan dipantul permukaan materi, dapat menurunkan kualitas citra.

Refraksi gelombang elektromagnetik merupakan pembelokan arah penjalaran gelombang karena melewati dua lapisan atmosfer yang berbeda densitas, dengan indeks refraksi.

Reflektivitas dan Transmisivitas dapat didefinisikan sebagai kemampuan menyerap, memantulkan dan meneruskan radiasi yang sampai ke permukaan,

Defraksi gelombang elektromagnetik di atmosfer merupakan penguraian warna oleh partikel air yang bertindak sebagai prisma. Memiliki sifat unik sesuai dengan karakteristik / tipe panjang gelombang elektromagnetik.

Dalam proses pantulan, dapat dibedakan menjadi 4 (empat) macam pantulan, sebagai berikut:

1. Spekuler apabila sudut datang sama dengan sudut pantul

2. Near spekuler apabila ada pantulan di sekitar sudut pantul utama

3. Difus apabila radiasi datang dipantulkan ke semua arah

4. Near difus apabila dipantul lebih banyak di sekitar pantulan spekuler

Karakteristik Citra

Energi elektromagnetik dapat dideteksi secara fotografis maupun elektronis. Proses fotografis menggunakan reaksi-reaksi kimia pada permukaan film untuk mendeteksi dan merekam variasi energi.

Pada penginderaan jauh sangat penting membedakan citra dan foto. Citra mengacu kepada representasi segala ‘pictorial’ tanpa memperhatikan alat atau gelombang elektromagnetik inderaja yang dipakai untuk mendeteksi dan merekam energi elektromagnetik.

Sedangkan foto mengacu secara khusus kepada citra yang dideteksi dan direkam pada film fotografi. Foto hitam-putih di bawah diambil pada spektrum cahaya tampak (kiri) dan berwarna (kanan).

Berdasarkan definisi di atas maka dapat dikatakan bahwa foto adalah citra tetapi bukan berarti semua citra adalah foto.

Foto dapat dipresentasikan dan disajikan dalam format digital dengan cara membagi baginya menjadi bagian kecil yang disebut dengan piksel (picture-element). Piksel ini merepresentasikan nilai kecerahan target/obyek dalam bentuk angka numerik atau DN (digital number). Mata dapat melihat warna karena mata dapat mendeteksi cahaya tampak kemudian diproses lebih lanjut oleh otak.

Sistem penginderaan jauh memiliki empat jenis resolusi:

1. Resolusi Spasial: ukuran objek yang terdeteksi

2. Resolusi Spektral: panjang gelombang yang digunakan

3. Resolusi Radiometrik: derajat kedetilan pengamatan

4. Resolusi Temporal: lama waktu perulangan pengamatan pada daerah yang sama

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 10 (Daya Dukung dan Daya tampung)

Pertemuan 12 (Artificial Intelligence dan Smart City)

Pertemuan 9 (Analisis Spasial 3)